What? Diam tapi menusuk? kau sebut aku begitu.
Dari awal, pertama aku tahu kamu, aku juga gak begitu suka sama kamu. Mukamu memang nyebelin, gak pantas buat disapa. Tapi, aku masih belum begitu jelas mengenalmu, jadi aku mencoba untuk menyapamu. Ternyata, jawabanmu seperti itu. Apa kamu memang seperti itu?
I saw that "jerk" in first Semester 2. I dont know how he can be here or how i'll be one classroom with him. Aku tak menyangka kalau dia bisa bersamaku. Semuanya jaim. Saling tak sapa menyapa.
Ok kamu memang pintar. Sepertinya kamu selalu menganggap remeh pelajaran-pelajaran yang sudah kamu anggap mampu. Kamu itu sok, apalagi kalau sedang bersama-sama, kau melonjakkan suaramu, kesannya yaapa gitu.
Ok, aku tau kamu gak suka bergaul denganku. Satu-satunya orang yang tak ingin kau gauli adalah aku, maybe. Karena kau selalu menyindirku, mengejekku secara tak langsung. Kamu pikir kamu lucu hah? Gak usah belagu deh jadi orang. Seakan semua yang kamu katakan itu benar.
Apa masalahku sehingga kau seperti itu ha? Ok, FINE. Aku bersukur sekarang semester 2 sudah berakhir. Aku tak akan melihat wajahmu dan teman-temanmu yang"jerk" itu lagi.
Aku gak mikirin kamu sakit apa ndak, itu bukan urusanku. Itu semua bukan disengaja. Karena mungkin ini memang salahmu. Ok aku memang muna sekarang, baik diluar gak didalam. Tapi itu hanya buat kamu dan para teman-temanmu. Specially for you and another "jerk".
Kalau kamu memang gak suka aku, tak usah menghindariku. Aku yang akan menjauhimu. UNDERSTAND!
You know, i dont like you since we first met :@ My question, why the person like you have been here????!!






0 komentar:
Posting Komentar