Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Post Icon

Harapan

Sebenarnya, kita dibutakan oleh sebuah harapan
Harapan yang kita harapkan dari orang lain untuk mengharapkan kita
Kita masih berfikir, siapakah yang lebih berharap
Karena, tidak perlu orang merasa mengharapkan yang diharapkan

Terlalu dalam harapan itu, akan membuat kita merasa tak nyaman sendiri
Sedikit sekali harapan dari beberapa orang yang terwujud
Syukur-syukur apabila terwujud
Janganlah jadikan beban apabila benar-benar tak bisa diwujudkan
Masih ada harapan lain

Jikalau, seseorang mengharap, belum tentu dia berharap
Artinya, dia hanya menginkan, tidak ingin mewujudkan, dan tidak ingin orang lain mengetahuinya
Padahal, orang yang diharapkannya, sangat berharap
Pertanyaannya, siapa yang sebenarnya bersalah?

Aku baru belajar sesuatu
Intinya, orang yang menyukaimu, belum tentu dia mengharapkanmu
Tapi aku tak mengerti, apakah dia hanya mengagumimu, tanpa ingin memilikimu
Jujur saja, dalam keadaan ini, aku merasa telinga lebar
Maafkan aku, apabila aku terlalu berharap
Karena ku kira, kamu mengharapkan aku
Seandainya saja, kamu benar-benar mengharapkanku
Mungkin, aku bisa mewujudkannya, apabila kamu tidak terlambat
Sebelum aku memenuhi harapan orang lain
Yang lebih mengingkanku
Dan yang lebih menyayangiku
Semoga harapanmu ini, harapanmu yang semu ini, hanya terjadi sekali, padaku
Jangankan kau berikan harapan palsu ini, terhadap orang yang kau cintai dan yang mencintaimu
Aku hanya tak ingin, dia mengalami seperti yang aku alami
Aku sangat berharap, kau menemukan orang yang sejati, kau takkan ragu untuk memilihnya 
Good Luck :)


#thanks for anything else that you make me so intersting, and then, you not interest to me anymore, i hope you to don't be selfish as now, so someone can really love you.  
(ismymareydnm)
June, 24-2013
the date when i wanna try to forget about you :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

FINE

What? Diam tapi menusuk? kau sebut aku begitu.

Dari awal, pertama aku tahu kamu, aku juga gak begitu suka sama kamu. Mukamu memang nyebelin, gak pantas buat disapa. Tapi, aku masih belum begitu jelas mengenalmu, jadi aku mencoba untuk menyapamu. Ternyata, jawabanmu seperti itu. Apa kamu memang seperti itu?

I saw that "jerk" in first Semester 2. I dont know how he can be here or how i'll be one classroom with him. Aku tak menyangka kalau dia bisa bersamaku. Semuanya jaim. Saling tak sapa menyapa.

Ok kamu memang pintar. Sepertinya kamu selalu menganggap remeh pelajaran-pelajaran yang sudah kamu anggap mampu. Kamu itu sok, apalagi kalau sedang bersama-sama, kau melonjakkan suaramu, kesannya yaapa gitu. 

Ok, aku tau kamu gak suka bergaul denganku. Satu-satunya orang yang tak ingin kau gauli adalah aku, maybe. Karena kau selalu menyindirku, mengejekku secara tak langsung. Kamu pikir kamu lucu hah? Gak usah belagu deh jadi orang. Seakan semua yang kamu katakan itu benar. 

Apa masalahku sehingga kau seperti itu ha? Ok, FINE. Aku bersukur sekarang semester 2 sudah berakhir. Aku tak akan melihat wajahmu dan teman-temanmu yang"jerk" itu lagi. 

Aku gak mikirin kamu sakit apa ndak, itu bukan urusanku. Itu semua bukan disengaja. Karena mungkin ini memang salahmu. Ok aku memang muna sekarang, baik diluar gak didalam. Tapi itu hanya buat kamu dan para teman-temanmu. Specially for you and another "jerk". 

Kalau kamu memang gak suka aku, tak usah menghindariku. Aku yang akan menjauhimu. UNDERSTAND!

You know, i dont like you since we first met :@ My question, why the person like you have been here????!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Akhirnya, The End Of Semester 2

Setelah melewati beberapa hari penuh keruwetan, akhirnya ujian semester selesai sudah. Ketakutan yang hanya aku pikirkan ketika semua nilaiku turun.  Aku merasa down semester 2 ini. Kayak gak punya semangat belajar. Disamping moodboster ku ada di rumah pamekasan, aku gak terlalu mood untuk belajar. Alhasil, beginilah aku. Mengapa aku menjadi seperti ini?
                Awal semester 2 pun tiba. Awalnya aku memasuki kelasku, XG. Tiba-tiba orang-orang GJ memanggilku untuk masuk ke kelas baru. Muales banget rasanya. Dengan berat hati meninggalkan teman-temanku. Pertama kali masuk, ada anak-anak cowok. Tambah muales banget. aku diam di kelas itu, tidak satupun kebahagiaan yang aku dapatkan, bahkan kenangan yang manis menurut temanku, semuanya sama saja.
                Mindset-ku sudah terbentuk sejak SMP. Yang kelasnya sudah bersistem homogen. Sejak di smp itulah, aku sudah tak tahu caranya bisa deket sama temen cowokku. Oleh karena itu, aku dibilang cewek tercuek dan gak terasik di sekolah. Kebiasaanku, sampai SMA pun tidak berubah. Awalnya seneng banget pas pertama masuk SMA, sistemnya homogen, gak canggung-canggung sama anak cowok. Kalo sama anak cewek sih aku biasa aja, malahan bisa lebih frontal. Kebiasaan burukku yang aku tampakkan ke temen cewekku tidak aku tampakkan ke anak cowok. Semasa semester satu, tidak ada satupun anak cowok se-angkatanku yang aku kenal. Disamping itu, aku membenci cowok. Entah mengapa, aku juga tak mengerti bagaimana aku menciptakan mindset seperti itu.
                Walaupun suasana kelas sudah tak secanggung dulu, semua anak kelas sudah tak canggung lagi saat berbicara, tinggal aku saja yang tak seperti. Setiap ada yang berbicara denganku, aku pasti tidak dihiraukannya. Akhirnya, sikap mereka sekarang seperti sikapku dulu. Makasih kawan sudah membalasnya J.
                Aku lupa menyebutkan itu macam kelas apa. Itu kelas khusus anak pinter. Dan aku salah alamat masuk ke dalamnya. Andai aku punya insting dari awal kalau ternyata diriku sama sekali tidak pantas disini, aku gak akan pernah menginginkan masuk ke kelas ini. Tipe mereka: tidak puas dengan nilai yang masih bagus menurutku. Dapat 80 saja masih protes! Gak bersyukur! Sampai pernah kusindir ada seorang anak yang mengatakan, “Aku yo males, tapi yaapa nanti nilaiku”, aku membalasnya, “Iya males lek gak dapet 100!”, semuanya terdiam. Entah mereka terdiam tidak menghiraukanku apa karena mereka tak bisa membalas ucapanku.
                Benar kata abiku, aku ini orang yang orang lain harus takut kepadaku. Tapi aku tak meniatkannya. Saat aku mengatakan sesuatu, aku tidak bermaksud untuk menakutinya, hanya bermaksud menyadarinya. Tetapi mereka malah takut kepadaku. OK FINE friends. Thanks atas penghormatannya.
                Kawan, tak apa kalian membenciku. Karena aku mengakui, aku ini muna. Baik di hadapan kalian, padahal hatiku gak seperti itu, busuk kalau kalian ingin menyebutkannya. Kalian memang pintar rek, tapi kalian juga harus melihat ke bawah. Sekecil-kecilnya nilai kalian, itu sangat berharga bagi orang lain. Kalau memang menurut kalian nilai itu tidak sesuai dengan perjuangan kalian, ya sudah, terima saja. Itu sudah terserah Allah. Kalian gak tau,nilai anak lain seperti apa?
                Yang paling jembrak menurutku ketika salah satu temanku, dia puinter. Selalu mendapat nilai bagus dan berkata “Aku gak pantes disini rek, nilaiku lo jadi jelek-jelek”, MTK dapet 100, selalu dapat nilaii rata-rata 9 masih dibilang jelek! Dasar orang gak bersyukur. Gak usah alay mbak. Kapan kamu bisa bersyukur. Rata-rata nilaiku 8 saja aku sudah sujud syukur. Wes, itu yang tambah membuatku gak betah. Sekumpulan orang-orang haus nilai. Jembrak.
                Apalagi anak cowoknya. Selfish, always think about her activities that’s not so important. Apabila dikasih tugas, gak dikerjain lah, belum ngumpulkan lah, whatever. Itu sudah bukan urusanku.
                Daripada aku selalu suudzon sama kalian rek, aku lebih baik keluar dari kelas itu. Itu bukan tempat yang tepat untukku. Aku seorang ayam, gak pantes di kandang anjing. Aku bukan orang yang terobsesi dengan nilai. Aku hanya menuntut ilmu memberantas kebodohan saja. Otakku gak semampu otak kalian. Aku seperti anak lainnya dibawah kalian. Aku tau kalian tak suka aku karena otakku lemot. Salah satu dari kalian pernah memarahiku gara-gara aku tidak berpikir cepat. Maaf, aku gak kayak kamu! Aku yakin, kamu pasti lebih senang kalau aku keluar dari lingkungan itu. Buktinya, aku berbicara yang tidak serius saja, gak diperhatikan. Bahkan orang yang dekat denganku. Tapi perkataan kalian mengharuskan aku untuk mendengarnya. Kalian lebih memilih bergaul dengan orang pintar, se-level kalian. Maka dari itu mungkin kalian tak suka denganku. Buat yang anak cowok, yang selalu gak merhatikan aku, makasih atas semuanya. Makasih banyak rek, sudah buat aku sadar atas kelakuan kalian terhadapku. Aku menyadari bahwa aku useless di kelas itu. Makasih juga atas semua waktunya. Aku benar-benar tak mengharapkan bisa bergabung dengan kalian lagi.
                Ya Allah, jika kau sayang pada hambamu yang hina ini, janganlah masukkan hamba pada tempat yang tinggi menurut hamba. Letakkanlah hamba pada tempat dibawah mereka yang lebih pantas buat hamba. Sebab disanalah mungkin hamba menemukan kebahagiaan hidup. Tidak tertekan. Maafkan hamba juga, sudah memilih kelas itu. Itu ada salah satu kesalahan terbesar hamba dalam hidup hamba. Tolonglah hamba, Ya Allah. Amin.

THANKS TO THE PEOPLE WHO HURT ME, WHO IGNORED ME. THANKS FOR ALL. I HOPE, I CAN’T SEE YOUR FACE, AGAIN :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

New Friend :)






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

One Of Many Beautiful Moment ^_^

Lompat-Lompat kegirangan :D

Rusuh. Walaupun rusuh tetep HAPPY ^o^

Together Porepher :*

Cowok yang ditengah tuh. Gayanya emang selangit. Wkwkwkw :D

Sempet debat sebelum berfoto


Cute kan. Apalagi yang paling Kiri :D

Senang-senang saat menjalani LDKS. Ternyata, semua orang mengindap penyakit "NARSIS". penyakit ini tidak membahayakan. Malah bikin orang senang dan Ketagihan. Tak lupa untuk mengambil momen penting ini yang hanya diadakan sekali dalam setahun, teman-temanku berfoto di CAMPLONG Beach. Nggak usah pakek dandan segala. Mereka foto dengan penampilan apa adanya. Cute-cute kan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Aku (TK Version)

Inilah aku. Dari kecil sampai sekarang. Ada kisah menyenangkan, menyedihkan, memalukan, de el el.
Aku hanya menceritakan diriku seingatku saja ya. Kalo nggak ingat, ndak usah ditulis.(sudah tau nggak ingat ngapain ditulis)

AKU(Versi TK)

          Waktu aku berumur 5 tahun, aku disekolahkan di RA/TK Nurul Hikmah Pamekasan. Selama kurang lebih 2 tahun, aku menghabiskan waktu kanak-kanakku disana. Disana adalah tempat terindah kedua setelah rumah. Dapat teman baru, mainan baru, ditambah guru dan pelajaran. Ya setidaknya itu yang membuatku senang.
          Pertama kali aku masuk TK, kelasku berada di A4(seperti ukuran kertas gambar ya :D). terletak di belakang sekolah bagian kedua. Waktu itu, aku diantar sama… Hmm.. Sapa ya? Aku lupa.
Pas masuk, agak heran. Maklum, masih jadi anak kecil ya masih terkagum-kagum ama hal yang belum pernah dilihat sebelumnya. Hiasan di dinding, hiasan-hiasan berbentuk buah buahan yang digantung di langit-langit dan kursi kecil yang di cat warna-warni sepasang dengan mejanya. Waktu itu, belum tau yang namanya memperkenalakan diri. Saat aku masuk ke kelasku, aku langsung duduk aja. Nggak peduli ama temen-temen di sekitarku Temanku besar-besar semua. Seperti udah jadi anak SD. Tapi, kenapa mereka masih ada disini?? Hahaha. Bukan urusanku kaleee… Tapi, pada suatu hari saat aku masuk kelas B, mereka nggak ada. Kok nggak ada sih? Eh, ternyata mereka udah masuk SD. Tapi, bukannya setelah keluar dari kelas A, langsung menuju kelas B. Kok mereka ndak. Dari kelas A, langsung SD. Beeee …..
          Akhirnya, ustadzah(karena sekolah islam, jadi guru-guru dipanggil ustadz dan ustadzah) memberikan pelajaran pertamaku. Ustadzah menulis serangkaian huruf yang berurutan dari A-Z. Saat ustadzah bilang “A”, anak-anak lainpun mengikutinya. Begitu seterusnya. Dulu, saat guruku berkata “R”, aku tidak mengucapkan kata R. Saat itu aku bilang “eng”(e dibaca seperti membaca english). Jelas jauh berbeda. Ih, malunya diriku >,<. Anak-anak lain sangat lantang mengucapkan hurug “R” dengan benar, sedangkan aku mempelankan suaraku. Tetapi tetap saja bilang “eng”. Addow kah! Tapi, lama-kelamaan, tanpa disadari olehku, lidahku bisa mengucapkan huruf “R”. Horeeee… :D. bukan hanya huruf abjad saja, ustadzahku juga mengajarkan huruf-huruh arab atau huruf hijaiyah. Nah, setelah tau semua huruf hijaiyah, guruku memberi buku yang didalamnya berisi banyak huruf arab. Tujuannya sebagai langkah pertama supaya nantinya aku bisa baca Al-Quran dengan lancar. Buku itu terdiri dari 5 jilid. Kata ustadzahku, kalo aku sudah menghatami jilid 5, baru aku naik ke tingkatan yang lebih tinggi lagi. Yaitu Al-Quran. Bukan hanya aku lo, temenku juga—rata-rata—sudah pinter baca Al-Quran semua. Alhamdulillah ^_^(bisa baca Al-Quran setelah duduk di kelas B3)
          Setelah tamat di A4, aku masuk ke kelas B3 diantar oleh ibuku. Tapi, sesampainya di depan sekolah, ibuku menghilang. Gak tau kemana. Emang gue pikirin, langsung saja aku nyari’ tempat duduk. Saat di B3, pelajaranku bertambah banyak. Bahasa inggris, bahasa arab, nama malaikat, nama para rasul, rukun islam, rukun iman de el el. Tapi, aku menjalaninya dengan biasa-biasa saja. Sore-sore pun, aku harus menghadiri les. Entah les ngaji, les bahasa inggris dan nggak tau apa lagi. Pernah pas saat agustusan, TK-ku ini juga mengikuti karnaval. Aku sih ikut. Tapi, sepertinya nggak ada yang nyuruh aku ikut. Seingatku, aku ikut mengantri bersama-sama anak-anak yang juga diikutkan karnaval. Eh, ternyata aku jadi pemegang bendera :D.
          Saat aku di B3, aku dan teman-teman lainnya diajak ber-karya wisata ke tempat pariwisata. Ya nggak jauh-jauh amat sih. Seingatku cuma ber-pariwisata ke Pantai Lombang Sumenep dengan menggunakan bus Damri yang di dalamnya nggak enak banget. Mabuk lah, capek lah, segala macem sampe’-sampe’ teman dudukku muntah ngabis 1 tas kresek penuh. Tapi, pas nyampe’, langsung deh nyebbur main air dan pasir. Ustadzahku juga menyiapkan berbagai macam lomba. Yang menang, pasti dapet hadiah. Ah, senangnya..!! Jadi pengen kembali ke masa TK lagi nih. Wkwkwk
          Selain di sekolah, aku juga bebas melakukan apa saja di rumah maupun dimana-mana. Kalo di rumah, yaa kerjaanku palingan liat tv, makan, tidur, nangis nangis :D dan banyaklah pokoknya(malulah kalo aku sebutin semua. Nanti yang baca takutnya ngejek aku). Selain itu, aku juga sering main ama anak tetangga. Yang paling sering main yang menyebabkan baju kotor. Pasti taulah jenis permainannya. Kadang, kalo udah nggak akur, saling tengkar lah, saling ngejek. Pernah aja mataku dilempar batu ama anak belakang rumah. Padahal, yang punya salah itu dia. Malah gue yang dilempar pakek batu. Kurang azar tuh anak.
          Eh, waktu aku kecil, aku jarang di rumah lo. Ada tetangga yang pas di depan rumahku(sekarang pindah) yang suka padaku. Kalo aku kesana, selalu aku dikasih makan, dikasih mainan sampe’ tidur siang pun, aku tidur disana. Kalo umiku(sebutan buat ibu) nggak kira mikirin aku lagi dah. Kalo aku nggak ada di rumah, umiku tau berarti aku ada di rumah tetangga. Saking sayangnya ama aku, aku juga dibelikan baju, diajak jalan-jalan(paling jauh cuma ke Bangkalan) dan lain-lain. Aku dianggap sebagai anak sendiri oleh tetanggaku. Maklum, waktu itu keluarga tersebut masih belum punya anak kecil. Sampe’-sampe’, sayangnya kepadaku melebihi sayang umiku kepadaku. Kalo’ ibuku sih Cuma mandiin, ngasih makan, nyiapin buat berangkat sekolah. Berangkat sekolahpun aku nggak dianter sama abi dan umi tuh. Aku diantar jemput pakek becak langganan. Menurutku ya, tipe umiku itu agak berbeda. Sepertinya, beliau orangnya agak cuek dikit sih. Tapi kritis ama masalah-masalah yang harus diselesaikan. Dia lebih memikirkan orang lain daripada anaknya. Kakak-kakakku pun juga nggak dikasih saying lebih ama Abi dan Umiku. Ya palingan Cuma anak pertama. Kakak-kakakku juga dulu jarang ada di rumah. Kadang di rumah tetangga. Kadang bermain ama temen-temen entah kemana. Pokoknya jarang ada di rumah. Tapi umiku sih nggak khawatir. Coba kalo sekarang, anak ngilang nggak pulang ke rumah aja, ibunya udah pusing dan hampir stress. Gak taunya main di tetangga sebelah. Ahihihihi. Dan sepertinya, orang tuaku menginginkan anak-anaknya bisa mandiri di usia dini.
          Guru-guruku banyak yang salah tentang diriku. Guru-guru sering sekali menjelaskan “Janganlah kamu membangkang  dan membentak orang tuamu. Orang tuamu bersusah payah merawat kamu karena mereka sayang padamu. Jadi, renungilah perbuatan mereka”. Kasih sayang apaan. Dari waktu kecil, aku udah sering di tinggal-tinggal, dibiarin main entah kemana, memarahi aku tanpa sebab(waktu itu pernah kakakku mentakut-takuti aku. Ya aku nangis lah. Gimana yang nggak mau nangis waktu itu kan aku masih kecil. Nangis aku sampe’ menjerit-jerit. Tapi, yang disalahin bukan kakakku. Malahan aku yang disiram sama umi malam-malam di kamar mandi sampe’-sampe’ diriku kedinginan dan juga sampe’ ingusan. Ya udah, waktu itu aku marah dan nggak menyapa mbak dan umiku. Emang gue pikirin). Tetapi, herannya waktu aku masih TK, sering melihat banyak ibu-ibu menunggui anak-anaknya. Kalo anaknya ada apa-apa dikit, ibunya langsung dateng. Dan aku nggak merasa iri. Aku hanya main saja ama temen-temen. Yaiyalah, masih anak kecil. Tau apa tentang iri-irian. Jadi, waktu aku udah besar, aku marah ama orang tuaku bukan karena apa. Orang tuaku sejak dulu hanya menjalankan tugasnya untuk merawat anak. Kasih sayang?? Nggak tauh tuh ama mereka tuh kasih sayang dibuang kemana. Lagipula, kehadiranku tidak diinginkan. Umiku nggak ingin punya anak lagi. Eh, tiba-tiba umiku hamil. Ya udah, lanjutin aja. Daripada di aborsi.
          Aku dulu juga nakal loh. Aku pernah nangisin anaknya orang J, marah-marah sendiri, nggak bisa diem, nggak menjaga kesucian(yaiyalah, namanya juga anak kecil), ya pokonya nakal banget. Kalo aku makan, yang teriak bukan umikku. Biasanya kan ibu-ibu lain teriak ke anaknya “Nak! Yang mau makan. Ditaruh dulu mainannya. Kalo aku ndak. Aku yang teriak “Mi’! Makan! Lapar”. Lagipula, aku juga jarang makan di rumah. Lebih sering makan di rumah tetangga. Kalo aku nakal, pasti ada hukumannya. Dipukul pakek sapu lidi, disemprot pakek selang air, dipukul, dicubit segala macem. Mungkin, kalo orang tua yang sabar, anaknya nggak sampe’ digituin. Orang tuaku nakutin banget. Sereeeemm.. >o<. Tapi, emang gue pikirin. Walaupun dikasih hukuman segitu beratnya, tetep aja aku nakal. Nggak mikirin hidup. Senang-senang aja. Tapi, walaupun aku nakal, kebutuhanku selalu terpenuhi walaupun nggak banyak. Kan orang tuaku kaya.
          Nah, pas mendekati akhir masa TK-ku, aku dilatih untuk persiapan wisuda. Sekitar sebulan aku dilatih wisuda. Pada suatu pelatihan wisuda, namaku dipanggil. Entah dipanggil mau kemana. Saat aku dipanggil, aku disuruh ke gedung SD Plus Nurul Hikmah mengikuti bapak-bapak. Gak tau siapa. Pas sampai di suatu ruangan, aku disuruh duduk. Setelah itu diwawancara. Ditanyain namaku, nama kedua orang tuaku. Setelah itu aku di tes ngaji. Kata guru yang mengetesku, ngajiku bagus. Aku masih bingung, ngapain guru ini ngetes-ngetes aku segala. Nggak kepikir sih, setelah lulus TK, aku masuk di SD mana. Ternyata aku tau maksudnya. Aku di tes untuk masuk di SD itu. Napa nggak ada bilang ama aku ya… Hari-hari menjelang widusa, teman-temanku saling bercerita tentang SD yang akan ditempati mereka setelah lulus dari TK. Kebanyakan sih di SD Plus Nurul Hikmah. Soalnya satu lembaga. O ya, sempet lupa. Waktu TK, aku sering bermain sama kedua teman akrabku. Yaitu Wiwid dan Tea. Kami dulu selalu bermain bersama-sama, les bersama-sama. Tapi sekarang, mereka udah remaja. Pastilah sibuk memikirkan diri mereka masing-masing. Sekarang, teman-temanku boleh melupakanku. Tapi aku nggak akan melupakan mereka. Sampe’ mana tadi ceritanya??

Langsung ke acara wisudanya aja deh.
          Nah, pada saat wisuda, banyak orang-orang berdatangan. Bukan hanya anak-anak, wali murid juga dateng. Setelah sudah hadir dan duduk semua, barulah acara dimulai. Acara yang pertama masih sambutan-sambutan, nyanyi atau segala macemlah. Baru sampailah pada pertengahan acara, murid-murid yang menjadi wisudawan/wisudawati di suruh naik keatas panggung untuk menyerahan ijazah dan kalung wisuda(seperti yang sudah pernah dilatih). Setelah itu, perpisahan dengan Ustadzah-ustadzah RA/TK Nurul Hikmah. Lain halnya dengan wisuda waktu SD, waktu TK, nggak ada acara nangis-nangisan. Ya mana ngerti anak kecil yang polos banget tentang perpisahan. Pada akhir acara saat orang udah banyak yang pulang, aku tampil diatas panggung lo!! Waktu itu aku menampilkan nari plus nyanyi. Tapi, dikit banget yang liat. Palingan 30 orang. Ya usdtadzah, orang pulang semua kok baru ditampilkan. Capek deh!

          Eh iya. Sebelum aku mengakhiri ceritaku ini, aku mau menceritakan temenku yang unik ini. Dia seorang cowok. Agak ganteng sih. Teman sekelasku waktu B3 tapi tidak di A4. Menurutku, dia berkelakuan seperti orang dewasa. Rambut udah di model-model dan apalah aku nggak tau lagi. Dan herannya, waktu TK, dia sudah suka sama seseorang!!! Alamak!! Padahal, menurut akal sehat nih ye, anak-anak  kecil, polos, lugu, ingusan  nggak tau ama masalah kayak gituan. Malahan, kalo anak kecil kan Cuma suka main-main. Tapi tidak untuk dia. Dia suka sama temenku. Namanya, hmm,, nggak usah kasih tau deh. Malahan, denger-denger, dia ingin menjadi PACAR temenku! Owalah. Tau dari mana ya dia tentang pacar-pacaran. Pinter banget ilmu gituan. Emang sih, temenku yang disukainya itu anaknya cantik, manis, putih, pinter lagi. Nggak kayak aku. Ingusan :D. Ah, tuh anak mengherankan saja. Kecil-kecil kok udah tau pacal-pacalan :D. Nggak valid banget sama otaknya. Nama anaknya adalah. Hmmm… Nggak perlu kasih tau ah. Ntar biar orangnya malu sendiri ama nih cerita :D. wkwkwkw. Hmm,, setauku, Cuma dia sih yang bertingkah dan berpikiran layaknya orang dewasa. Kalo temen-temenku yang lainnya, nggak tuh. Cuma mikirin main doang. Tak apalah. Mendingan mereka senang senang sekarang. Karena nanti saat mereka dewasa, nggak boleh main-main lagi.

Nih cerita berdasarkan ingatan otakku yang kuat. Hehe. Hanya sekedar mengenang betapa lucunya ketika masih anak-anak.
#mengenang saat menjadi anak ingusan(menjadi anak ingusan tetep lanjut sampe’ tingkat SD :D)
Bye-bye. Kulanjut kapan-kapan di sesi AKU part 2(Version SD)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Makna Shalat Tarawih Pada Bulan Ramadhan

Ciri-ciri pada bulan ramadhan salah satunya adalah shalat tarawih. Ibadah ini memang sunah, tapi sangat dianjurkan untuk melaksanakannya dikarenakan pahalanya yang sangat banyak. Wow!

Makanya, rugi kalo nggak shalat tarawih. Jangan hanya ngeluh sama tarawih karena rakaatnya banyak(dan mungkin kalo yang menjadi imam orang yang suka beribadah, mungkin lama tarawihnya), kita ambil hikmahnya saja. Sabar dan ikhlas dalam beribadah. Karena macam tarawih itulah yang diterima oleh Allah SWT  


Fadillah (makna shalat tarawih pada bulan Ramadhan)
Malam 1 : Orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ini, maka Allah akan mengampuni orang tersebut seperti bayi yang baru dilahirkan
Malam 2 : Orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ini, Allah akan mengampuni dosa orang tersebut dan dosa kedua orangtuanya selama menjadi orang mukmin
Malam 3 : Orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ini mulai beramal untuk menghapus dosa yang lalu
Malam 4 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini, akan mendapatkan pahala seperti membaca ke-4 kitab-kitab Allah yaitu Kitab Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur'an
Malam 5 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjidil Aqsa dan di Madinah
Sabda Nabi Muhammad SAW
“Shalat di masjidku ini(Masjid Nabawi) lebih utama 1000 kali disbanding shalat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya. (H.R Ahmad, Ibnu Huzaimah dan Hakim) J
Malam 6 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang shalat di Baitul Makmur. Dinding yang terbuat dari batu dan tanah memohon ampun untuk dosa yang pernah diperbuat oleh orang ini.
Malam 7 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini mendapatkan pahala seperti melihat Nabi Musa A.S. dan ikut memerangi Fir’aun dan Hamman
Malam 8 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini mendapatkan pahala yang sama seperti keistimewaan Nabi Ibrahim(contohnya Waktu dibakar tidak hangus)
Malam 9 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini mendapatkan pahala seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW
Malam 10 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini mendapatkan rezeki berupa kebaikan di dunia dan di akhirat
Malam 11 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini dan pada saat dia meninggal, meninggalnya seperti meninggalnya bayi yang baru lahir
Malam 12 : Pada hari kiamat, orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini akan menghadap Allah dengan wajah yang bersih seperti bulan purnama
Malam 13 : Di hari kiamat, akan datang kepada Allah dengan perasaan aman(tidak ada beban) bagi Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini.
Malam 14 : Pada malam ini, Malaikat bersaksi bahwa Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini benar-benar melakukan shalat tarawih
Malam 15 : Para Malaikat memohon menambah kebaikan pada Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini
Malam 16 : Allah akan membebasakan dari api neraka dan mendapatkan jaminan masuk surga bagi Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini
Malam 17 : Allah akan memberikan pahala kepada Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini seperti pahala yang diberikan kepada para Nabi
Malam 18 : Malaikat berkata bahwa Allah memberikan ridho kepada Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini dan kedua orang tuanya
Malam 19 : Allah akan mengangkat derajat manusia dan mendapat jaminan Surga Firdaus
Malam 20 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini mendapatkan pahala seperti pahala para syuhada’ dan pahala orang-orang yang saleh
Malam 21 : Allah akan mendirikan istana terbuat dan nur(cahaya) untuk Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini
Malam 22: Pada hari kiamat Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini akan datang dengan rasa aman dari segala kesususahan
Malam 23 : Allah akan membangun kota di surga bagi orang-orang yang bertarawih pada malam ini
Malam 24 : Allah akan mengabulkan 24 doa bagi Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini
Malam 25 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini akan dibebaskan oleh Allah dari siksa kubur
Malam 26 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini akan mendapat pahal tarawih seperti tarawih selama 40 tahun
Malam 27 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini dapat melewati jembatan Siratal Mustaqim secepat kilat
Malam 28: Allah akan mengangkat derajat Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini menjadi 1000x derajat di surga
Malam 29 : Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini mendapatkan pahala 1000x pahala haji yang mabrur
Malam 30: Orang yang melaksanakan  shalat tarawih pada malam ini masuk surga dan dapat menikmati semua fasilitas surga yang Allah berikan

Nah, jadi nggak sia-siakan shalat tarawih. Allah akan membalasnya dengan balasan yang sungguh luar biasa. Tapi ingat, yang ikhlas ya J
(Nih informasi didapat dari penjelasan ustadzah pada saat Pondok Ramadhan)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS